Welcome

    Welcome
    Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.

    Peace will be open to you.

    In the name of Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Welcome to my personal website.

IMAN, IMUN, AMAN

Alfian Nur Rosyid

Dokter Paru FK UNAIR, Satgas Corona RS UNAIR, Humas PDPI

Pandemi COVID-19 diumumkan sebulan setelah kasus pertama di Wuhan. Lebih dari 25 negara terjangkiti virus SARS-CoV2, tak terkecuali Indonesia. Awal Maret, kasus pertama di Jakarta. Kini, hampir semua provinsi ada pasien positif. Transmisi lokal terjadi dimana-mana, bukan kasus impor lagi.

IMAN

Indonesia bangsa besar, menganut sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Meyakini atas kehendak-Nya virus ini hadir di dunia dengan karakterisitik tertentu. Tanpa mengesampingkan analisis adanya pihak yang memutasikan virus tersebut.

Virus berkembang bila hinggap di inang (host) seperti babi, kelelawar dan manusia. Tanpa ijin-Nya, virus ini tak bisa “hidup”, berdaya transmisi dan menyebabkan sakit. Demam tanda alarm awal yang diciptakan Tuhan sebagai warning. Ada sirine dibunyikan tubuh tanda hadirnya penyusup. Reflek bersin dan batuk guna mengeluarkan virus. Sistem pertahanan tubuh yang diciptakan-Nya bekerja sempurna, berjalan otomatis tanpa instruksi manusia.

Pakai masker, jaga jarak, isolasi diri di rumah, hindari kerumuman massa, tinggalkan mudik dan lakukan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan upaya pencegahan tertular dan menulari. Pelanggaran hal itu merupakan penafian keimanan. Keimanan dalam upaya mencegah sebelum sakit, sembari terus berpasrah kepada-Nya. Menyadari wabah ini ujian keimanan dalam memilih tetap bersabar di rumah atau keluar bekerja dan beribadah dalam kerumunan tanpa usaha preventif.

Dia yang mengijinkan virus ini dapat menjadi senjata biologis dan Dia pula yang telah melengkapi manusia dengan senjata kekebalan. Kekebalan itu ada sejak manusia terlahir. Itulah sistem imun.

IMUN

Virus kecil tak kasat mata mudah dikeluarkan dari si terjangkit kepada orang lain. Sekali virus menembus pertahanan fisik tanpa masker, serta tidak terbuang dengan bersin atau batuk. Maka, virus akan berhadapan dengan sistem imun. High immunity akan me-lockdown virus dan sebaliknya virus akan men-smackdown kekebalan orang lemah.

Pendekatan diri pada-Nya meningkatkan imunitas. Dia-lah pencipta imunitas dalam melawan berbagai virus. Kepatuhan segala rule-Nya, menyebabkan sistem imun terjaga sempurna. Istirahat cukup 7-9 jam perhari dan tidak stres serta panik menjadi kunci peningkatan imunitas. “Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan” kata Avicenna, sang Bapak kedokteran Modern. Pola makan bergizi, sehat dan halal menghasilkan asam amino pembentuk sistem imun. Regenerasi sel imun harus diupayakan guna meng-upgrade senjata-Nya.

Dari 8o persen, orang yang terinfeksi memiliki imunitas kuat, virus dapat dilemahkan dengan mudah. Hanya gejala ringan bahkan tanpa gejala (carier). Mereka cukup isolasi diri di rumah. Terus berupaya meningkatkan kekebalan tubuh. Virus ini ganas pada pasien rentan dengan imunitas lemah (bayi, lanjut usia,atau penyakit kronis lain). Virus menggulingkan pasien dengan imunitas lemah sehingga mereka memberat dan harus rawat inap (15%). Sisanya 5% gagal napas dan butuh mesin bantuan napas.

Dia yang mengijinkan seseorang menjadi sakit, Dia pula yang menyembuhkan. Banyak kabar baik dan sugesti positif beredar dari para pasien positif, baik yang dirawat inap maupun yang rawat isolasi mandiri di rumah. Dengan menguatkan imunitas, mereka dapat sembuh dan berkumpul lagi bersama keluarga dengan aman.

AMAN

Presiden RI, Joko Widodo, 15 Maret, menghimbau agar warga tenang, tidak panik, melakukan karantina mandiri, jaga jarak dan pakai masker. Himbauan tanpa sangsi ibarat nasihat masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Tak ayal, banyak yang tak patuh. Moda transportasi masih ber-seliweran, pasar, mall, tempat ibadah masih dijejali manusia.

Strategi jitu, masal dan merata harus dipilih demi keselamatan bangsa ini. Penularan virus yang cepat dan masif harus dilawan dengan pencegahan penularan yang super ketat. Intinya adalah karantina virus pada individu yang kuat yang terlanjur terjangkiti sampai virus ini dikalahkan imunitas. Jangan sampai virus itu berpindah kepada orang lain. Karantina harus dilakukan marathon bukan sprint. Harus tegas, dikawal dengan pinalti. Marathon artinya bersama-sama, bila hanya perorang, perwilayah, perprovinsi maka transmisi tetap akan terjadi. Virus akan sprint berpindah kepada orang di wilayah lain. Kecukupan sembako yang bergizi juga harus disiapkan.

Penyemprotan dan chamber bukan solusi aman. WHO menyatakan bahaya bagi manusia. Masyarakat mengasumsi penyemprotan akan membunuh virus dan mereka tetap bebas berkeliaran tanpa jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan.

Swab masal dan rapid bagi semua penduduk bukan solusi jitu. Pemeriksaan ini layaknya hanya bagi si sakit berat untuk memastikan penyebab sakit. Bukan semua orang. Muncul stigma negatif di masyarakat bagi pasien positif. Pengucilan keluarga si sakit acapkali terjadi. Budaya tepo seliro dan saling membantu seakan sirna. Perlunya dukungan masyarakat penyangga bagi mereka yang sedang berduka.

Penjemputan pasien positif dengan ambulan lengkap petugas berbaju “astronot” adalah protokol standar. Harus dipahami, fasilitas itu hanya untuk pasien positif yang sakit berat dan butuh rawat inap atau tak mampu mengisolasi mandiri di rumah. ODP, PDP atau positif COVID-19 dengan kondisi baik dan bisa isolasi mandiri di rumah, maka mereka tidak perlu rawat inap di rumah sakit atau wisma khusus. Cukup isolasi ketat di kamar atau rumah mereka sembari meningkatkan kekebalan. Bagi yang memberat, rumah sakit disediakan bagi mereka.

Hilir dari penangananan wabah ini adalah penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai agar terjadi penurunan kasus kematian. Dengan menekan penularan maka kasus menurun dan kebutuhan perawatan di rumah sakit juga turun. Tenaga kesehatan terhindar dari exhausted dan demotivasi. Pelayanan pasien lebih optimal. Outcome jadi lebih baik.

Semua harus bersatu, bergerak bersama. Fokus pada lokus masing-masing dalam kontribusi penanganan wabah ini. Dengan terus berdoa agar semua upaya diridhoi-Nya. Semoga warga sehat dan aman. Amin.

Para Carier COVID-19

Alfian Nur Rosyid

Dokter Paru FK UNAIR, Satgas Corona RS UNAIR, Humas PDPI

Pandemi COVID-19 diumumkan 1 bulan setelah ditemukan virus baru 2019-nCoV. Lebih dari 25 negara terjangkiti. Penyebaran virus sangat cepat, melalui transmisi droplet, kontak dan airborne (perdebatan). Virus berpindah dari saluran napas seseorang yang positif kepada orang lain yang tak bermasker dalam jarak kurang dari 1 meter.

Tersebutlah seorang lelaki muda, hampir kepala lima. Dia datang ke IGD sebuah rumah sakit dalam kondisi batuk dan sesak sejak 4 hari. Lelaki itu cukup gemuk untuk dibopong oleh kedua temannya. Karena sesak berat, lelaki tersebut harus masuk ICU dan dipasang mesin bantu napas malam itu juga. Sebelum berangkat, sang lelaki berpamitan kepada ayahanda dan istri serta anak tercintanya.

Dokter menyatakan bahwa lelaki tersebut pneumonia, hasil rapid tes COVID-19 negatif. Swab dilakukan dua hari kemudian. Tim dokter terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Perawat selalu menggunakan masker bedah saat merawat pasien. Kebetulan salah seorang tim, mungkin lupa, tidak menggunakan masker. Tiga hari kemudian, hasil swab PCR didapatkan hasil positif corona. Menjadi heboh seluruh rumah sakit termasuk keluarga dan tetangga rumah pasien.

Seorang yang lupa tak bermasker ternyata baik-baik saja. Dia diistirahatkan setelah hasil swab pasien lelaki itu positif. Hasil tes rapid tenaga yang teledor tersebut negatif lalu dilanjutkan swab. Dia tak diijinkan pulang selama menunggu hasil swab. Esoknya, beberapa perawat dan dokter mengalami keluhan batuk kering dan beberapa gatal tenggorokan dan demam. Semua tenaga kesehatan bergejala diistirahatkan di rumah sakit. Mereka tak diijinkan pulang dan dilakukan pemeriksaan standar.

Kondisi lelaki malang tersebut makin memburuk. Keluarga sang lelaki diperiksa swab. Alhasil istri, anak dan ayah positif. Paman dan kakek yang juga tinggal serumah negatif. Alhamdulillah, kondisi istri dan anak baik tanpa keluhan. Hanya ayah saja yang masih merokok, sering batuk seperti biasanya.

Sebelum diketahui positif, istri lelaki itu masih berjualan di pasar. Ayah pasien masih rajin ke masjid. Ayah juga sempat pergi ke rumah adeknya di luar kota, meskipun telah dilarang sang kakek. Si anak masih sempat bermain di lapangan bersama beberapa temannya karena bosan libur sekolah.

Dua hari sebelum masuk IGD rumah sakit, ternyata lelaki tersebut sempat berobat ke dokter praktek diantar oleh ojek. Sang dokter mendiagnosis pasien radang tenggorokan dan diberikan obat. Tukang ojek adalah sahabat sang lelaki, menunggu dan mengantarkan sampai pulang ke rumah. Karena sore saat dalam perjalanan menuju klinik turun hujan lebat, maka terpaksa keduanya mampir ke warung kopi. Disana mereka bertemu dengan beberapa pedagang, tukang becak, pengamen dan loper koran yang juga berteduh. Sang lelaki bercerita bahwa tiga hari yang lalu, dia bertemu dengan beberapa rekanannya dari berbagai kota saat pelatihan di Jakarta. Temannya di ibukota sehat. Hanya saja, bule yang mereka temui sakit dan mendadak meninggal. Di warung yang sempit itu, sekitar 8 orang menyeruput kopi, ditambah suami istri pemilik warkop.

Setelah warga mengetahui bahwa lelaki tersebut sakit Corona, maka mereka melarang sang Ayah ke masjid, sang Istri jualan di pasar. Anak-anak kampung dikurung di rumah masing-masing tidak boleh bermain dengan anak lelaki itu. Beberapa anak mengeluh batuk ringan. Sang Ayah makin berat batuknya dan harus dibawa ke Rumah Sakit. Disusul oleh sahabat karibnya yang sering ngobrol di depan rumah. Jalan kampung pun ditutup untuk tamu.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Tuhan telah berkehendak. Sang lelaki menghadap-Nya. Sang Ayah dalam kondisi tua mendadak tak sadarkan diri. Dia juga harus berhadapan dengan maut. Disisi lain, sedang dirawat seorang wanita muda dengan lupus. Wanita itu adalah istri loper koran. Swab keduanya diketahui positif setelah beberapa hari dirawat di ruang isolasi khusus.

Ternyata bukan hanya ayah almarhum sang lelaki dan istri loper koran saja di IGD rumah sakit tersebut. Masih ada beberapa orang yang juga dirawat disana. Kamar penuh dan terus menolak rujukan pasien lain yang juga batuk dan sesak. Kamar isolasi rumah sakit rujukan seluruh kota penuh. Tak satupun yang bisa dipulangkan. Beberapa terpaksa pulang ke haribaan Tuhan dan digantikan pasien lain yang juga sesak berat. Banyak pasien harus menunggu di IGD seluruh rumah sakit karena ketiadaan kamar.

Ilustrasi diatas adalah sekelumit kisah yang terjadi di masyarakat. Transmisi lokal telah terjadi dimana-mana. Tulisan ini bukan untuk membuat takut. Hendaknya kita terus waspada dan segera mengambil keputusan bijak. OTG (Orang tanpa Gejala) bisa jadi mereka orang sehat pembawa virus corona. Itulah carier. Mereka sehat karena imunitas kuat. Merekalah para carier yang terus berkeliaran di jalan dan keramaian. Virus menumpang pada para carier tanpa menimbulkan gejala apapun. Virus dengan mudah berpindah kepada orang lain tanpa pelindung masker. Hal itu membuat para carier tak menyadari bahwa mereka ditunggangi virus. Keterbatasan swab menjadikan mereka tak terdeteksi membawa virus.

Betapa banyak carier dalam kisah diatas. Virus melompat kepada carier lainnya, sampai mereka menemukan orang yang lemah. Virus akan menumbangkan mereka yang tua dan disertai penyakit lain. Virus akan mengantarkan para pasien mengunjungi rumah sakit. Sebanyak apapun rumah sakit disediakan, virus akan terus mengirim pasien ke fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan dan APD tak cukup dibanding rasio mereka yang sakit.

Pencegahan di hulu harus dilakukan sebelum di hilir tak sanggup menangani. Kematian akan makin banyak. Pandemi ini belum mencapai puncaknya. Berhenti dan diam di rumah akan mengkarantina virus hanya pada orang yang terlanjur terjangkiti. Kuatkan imunitas mereka, berilah mereka istirahat cukup, tidak stres, makan bergizi dan halal serta terus berdoa. Jangan biarkan virus ini pindah ke orang lain. Biarlah corona mati pada orang-orang yang kuat. Fasilitas kesehatan harus diperkuat untuk mereka yang lemah. Sekali lagi mari berhenti bersama, jadilah garda terdepan. Corona akan segera berakhir. Amin.

Panduan COVID-19

Berikut beberapa panduan penanganan COVID-19. Sifat panduan adalah interim, artinya mungkin akan ada temuan baru yang merubah panduan yang ada sebelumnya.

———————

CDC:

Watch for symptoms

People with COVID-19 have had a wide range of symptoms reported – ranging from mild symptoms to severe illness.

Symptoms may appear 2-14 days after exposure to the virus. People with these symptoms may have COVID-19:

  • Cough
  • Shortness of breath or difficulty breathing
  • Fever
  • Chills
  • Muscle pain
  • Sore throat
  • New loss of taste or smell

This list is not all possible symptoms. Other less common symptoms have been reported, including gastrointestinal symptoms like nausea, vomiting, or diarrhea.

When to Seek Emergency Medical Attention

Look for emergency warning signs* for COVID-19. If someone is showing any of these signs, seek emergency medical care immediately

  • Trouble breathing
  • Persistent pain or pressure in the chest
  • New confusion
  • Inability to wake or stay awake
  • Bluish lips or face

*This list is not all possible symptoms. Please call your medical provider for any other symptoms that are severe or concerning to you.

Call 911 or call ahead to your local emergency facility: Notify the operator that you are seeking care for someone who has or may have COVID-19.

———————-

https://www.fda.gov/medical-devices/emergency-situations-medical-devices/eua-authorized-serology-test-performance

Open Access Library

1.Taylor & Francis https://www.tandfonline.com/openaccess

2. ElSEVIER https://www.elsevier.com/about/open-science/open-access/open-access-journals

3.WILEY https://authorservices.wiley.com/open-research/open-access/index.html

4. SPRINGER https://www.springeropen.com/

5. SCIENCE OPEN https://www.scienceopen.com/

6. SCIENCE DIRECT https://www.sciencedirect.com/browse/journals-and-books

7. JSTORhttps://about.jstor.org/oa-and-free/

8. (OAL)OPEN ACCESS LIBRARY http://www.oalib.com/

9. OXFORD ACADEMIC https://academic.oup.com/journals/pages/open_access

10. LUND UNIVERSITY LIBRARIES https://www.lub.lu.se/en/services-support/publishing-registering/open-access

11. KARGERhttps://www.karger.com/OpenAccess

12. THIEME OPEN https://open.thieme.com/web/19/home

13. OMNICS OPEN ACCESShttps://www.omicsonline.org/

14. BMChttps://www.biomedcentral.com/ 

15. MDPI https://www.mdpi.com/about/journals

16. COGENT OA https://www.cogentoa.com/

17. OPEN ACCESShttps://www.omicsonline.org/ 

18. ERUDIT https://www.erudit.org/en/

19. HIGHWIRE https://www.highwirepress.com/

20. DIRECTORY OF OPEN SCIENCE ARTICLEShttps://www.doaj.org/

21. PULMOUA https://pulmoua.librarika.com/

Mari Isolasi Diri

Catatan
Dr.Alfian NR Sp.P
Dokter Paru Satgas Corona RS Unair:

Allah memberi kesempatan manusia meningkatkan imunitasnya dg istirahat di rumah, tetap beribadah kepada Allah SWT dengan makin khusyuk. Berdoa yg makin lama, bersujud yg makin lama. Membaca quran makin banyak. Dzikir dan wirid lebih banyak. Berkumpul bersama keluarga di rumah.


Zaman sahabat dahulu pernah terjadi wabah. Memberikan kita pelajaran. Allah mendidik manusia untuk meneladaninya. Kala itu dikumandangkan adzan Shollu fi rihalikum. Sholatlah di rumah2 kalian.

Virus corona SAr-COV2 ini berbahaya karena sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Caranya melalui percikan dahak (droplet), kontak (bersalaman), udara (airborne). Dilaporkan WHO bahwa virus bisa bertahan di udara 3 jam. Kerumunan massa, tidak menjaga jarak dengan orang lain, tidak menggunakan masker saat keluar rumah, tidak rutin cuci tangan dapat meningkatkan risiko tertular virus corona.

Allah dan Rosul sendiri telah memberikan contoh kisah wabah pada zaman dahulu. Selayaknya menjadi ibroh pelajaran bagi kita. Pelajaran keimanan bagi tiap muslim. Bagaimana pelajaran wabah zaman dahulu masih sangat relevan dengan yang terjadi saat ini. Karantina / self isolation dan jaga jarak / social distancing merupakan implementasi pelajaran wabah zaman dahulu yg diterapkan zaman now.

Himbauan menghindari kerumuman massa dimanapun, termasuk di pasar, di mall, di rumah sakit, di tempat hiburan, dan tempat ibadah. Bukanlah terkait politik ekonomi semata. Justru ini terkait dengan pendidikan dan kesehatan warga. Pendidikan tentang kesadaran akan pemahaman cara menghindari penularan penyakit. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mandi, cuci tangan sebelum makan dan segala aktivitas. Termasuk terus berdoa. Merupakan berbagai upaya yang harus tiap individu lakukan. Peningkatan imunitas dengan makan makanan bergizi, halal dan toyyib, menghindari stress beban fisik maupun psikis harus dilakukan tiap individu.

Pandemi ini akan sulit dihentikan dan mungkin akan sampai pada puncaknya, apabila penerapan prinsip2 pencegahan penularan tidak dilakukan. Yang sangat menghawatirkan adalah virus corona menjangkiti orang-orang dengan imunitas yang lemah. Virus dengan mudah menumbangkan seseorang dengan kekebalan yang lemah. Mereka-mereka yang tidak berupaya keras untuk meningkatkan imunitas. Mereka yang justru bersusah-susah bekerja memeras keringat tanpa memperhatikan kesehatan. Tubuh memiliki ambang, pahamilah ambang kekuatan tubuh Anda. Istirahat 7-9 jam perhari memberikan waktu sel-sel Anda berregenerasi dengan baik.

Patuhilah himbauan pemerintah Anda untuk tetap istirahat, bekerja dan beribadah dari rumah. Mudhorot pembukaan masjid, mall, pasar dan area publik, kurangnya pembatasan kunjungan rumah sakit berakibat pengumpulan massa dapat berdampak penyebaran virus ini makin mudah luas. Ingat bahwa seorang dengan virus corona tanpa gejala (sebut: carier) -karena imunitasnya bagus-, dapat menulari orang lain yang berkerumun dengan orang tersebut. Sementara orang lain yg bertemu dengan dirinya belum tentu memiliki kekebalan yang sama dengan sang carier. Sang carier tanpa menyadari dirinya positif corona sampai dilakukan tes swab tenggorok.

Ingat hindari kerumuman massa, jaga jarak, pakai masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan, tingkatkan imunitas Anda dan jangan lupa terus berdoa semoga Anda dan keluarga dijauhkan virus corona. Ataupun bila anda positif menderita corona dengan gejala ataupun carier maka berdoalah kepada Dzat yang memiliki segalanya, Dzat yang menghidupkan dan mematikan, Dzat yang mengijinkan virus corona menjangkiti seseorang, Dzat yang menyembuhkan pasien corona. Terus berdoa dan saling mendoakan agar bangsa ini selamat dan dapat melewati wabah corona ini dengan Selamat.

Covid-19 adalah penyakit virus. Obatnya adalah kekebalan seseorang yang terjangkiti virus. Dengan kekebalan yang kuat maka virus dapat dikalahkan. Istilah self limiting disease karena seseorang sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Hanya dengan istirahat cukup, makan bergizi, hindari stres, stop rokok, stop alkohol, hindari maksiat, terus berdoa, tambah suplemen gizi atau vitamin, aktivitas fisik di rumah akan meningkatkan kekebalan Anda. Kontrol dan obati penyakit kronis Anda, konsultasi ke dokter agar penyakit yang sudah ada bukan justru sebagai penyebab imunitas Anda nge-drop.

Corona mungkin tidak menjangkiti kita, namun Ujub dapat dengan mudah menyusupi kita tanpa kita harus bertemu dengan sesama orang yang ujub. Hanya kepada Allah, kami memohon ampun, Dialah Dzat segala-galanya. Dia pulalah yang menitipkan ilham dan pengetahuan kepada yang dikehendakinya. Dan dia pula yang berhak mengambilnya. Tiada pantas kesombongan menempel pada hati setiap muslim.

wallahu ‘alam

www.m.dralf.net

Konsep Halal

Catatan pada Pelatihan Penyelia Halal di Halal Center Universitas Airlangga, 26-27 Desember 2019.

Hukum Halal/Haram dibagi berdasarakan:

  • Perbuatannya: Hukum asal perbuatan adalah terikat pada hukum syara’ (wajib, sunnah, mubah, makruh, haram).
  • Benda: Hukum asal benda adalah mubah (boleh) selama tidak ada dalil yang mengharamkan (Halal-Haram).

Dulu semua Alkohol Haram, saat ini setelah dikaji para Ulama maka Alkohol dibagi menjadi 3:

  • Alkohol inheren: contoh Durian, Tape mengandung Alkohol (bisa lebih dari 8%), termasuk Alkohol yang halal
  • Alkohol untuk obat-obatan: Alkohol ini tidak ditujukan untuk obat-obatnya dan Halal.
  • Alkohol Khamr: Alkohol untuk minuman, termasuk Haram

Contoh kepiting, dulu dianggap haram karena dianggap hidup di dua alam. Tetapi kemudian ahli crustacea menyatakan bahwa Kepiting bernapas dengan ingsang sehingga termasuk hidup di air. Sehingga hukumnya berubah menjadi Halal.

Ada 10 prinsip hukum Halal/Haram:

  1. Pada dasarnya segala sesuatu halal hukumnya
  2. Penghalalan dan pengharaman hanyalah wewenang Allah SWT semata
  3. Mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram termasuk perilaku syirik terhadap Allah SWT
  4. Sesuatu yang diharamkan karena ia buruk dan berbahya
  5. Pada sesuatu yang halal sudah terhadap sesuatu yang dengannya tidak lagi membutuhkan yang haram
  6. Sesuatu yang mengantarkan kepada yang haram maka haram pula hukumnya
  7. Menyiasati yang haram, haram hukumnya
  8. Niat baik tidak dihapuskan hukum haram
  9. Hati-hati terhadap yang syubhat agar tidak jatuh ke dalam yang haram
  10. Sesuatu yang haram adalah haram untuk semua.

Halal Haram dalam Al-Quran: Al Baqaroh 168, 173 dan Al-Maidah 3.

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqaroh 168)

Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al Baqarah 173)

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al Maidah 3)

Syarat Penyembelihan:

  1. Orang laki-laki muslim dewasa (baligh)
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis penyembelihan halal dan thoyib
  4. Pakaian harus bersih, jika memungkinkan memakai celemek warna putih.

Tata Cara Penyembelihan:

  1. Membaca Basmallah ketiak akan menyembelih Hewan (Bismillahi Allahu Akbar)
  2. Hewan disembelih di lehernya dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dan leher, memutuskan tiga saluran
  3. Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar-benar mati.

4 syarat Penyebelihan (UU no 95 tahun 2012 Kesmafen dan Kesejahteraan Hewan):

  1. Terputus jalan napas (hulqum)
  2. Terputus jalan makan
  3. Terputus pembuluh darah (a. carotis comunis)
  4. Dibacakan Bismillah Allahu Akbar sebelum ketiga hal diatas terputus

Makruh dalam penyembelihan:

  1. Menyembelih sampai putus lehernya
  2. Menyembelih dengan alat yang tumpul
  3. Menguliti atau memotong-motong hewan itu sebelum nyawanya hilang

Pemingsanan (Stuning) dalam penyembelihan:

  • diperbolehkan bila reversible stuning, artinya bila setelah stuning lalu dibiarkan maka hewan bisa bangun sendiri
  • yang tidak boleh bila pasca stuning, hewan tersebut tidak bisa bangun sendiri, misal ditembak dan hewan sampai mati batang otak

Kaidah Fiqh: Hukum asal sesuatu yang bermanfaat adalah halal dan hukum asal yang berbahaya adalah haram.

Pelatihan Penyelia Halal Unair

26-27 Desember 2019

Pelatihan diadakan oleh Halal Center Unair

Produk halal (makanan, minuman, obat dan kosmetik) penting bagi masyarakat. Produk halal diproduksi oleh Perusahaan, Pabrik atau UKM. Perlu audit untuk mengetahui bahwa produk yang dihasilkan adalah halal.

“Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” kutip Pasal 4, UU nomor 33/2014.

Produksi suatu bahan melalui berbagai proses yang setiap proses tersebut harus diaudit dan hasilnya halal. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah menyelenggarakan layanan sertifikasi halal bagi produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia terhitung sejak tanggal 17 Oktober 2019.

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 982 TAHUN 2019 TENTANG LAYANAN SERTIFIKASI HALAL

BPJPH bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk penetapan kehalalan produk dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik MUI (LPPOM-MUI) untuk pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Layanan sertifikasi halal meliputi kegiatan:

  • pengajuan permohonan sertifikat halal;
  • pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk;
  • pengkajian ilmiah terhadap hasil pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk;
  • pelaksanaan sidang fatwa halal; dan
  • penerbitan sertifikat halal.

Setiap Perusahaan, Pabrik atau UKM harus memiliki Penyelia Halal (Auditor Internal) untuk memantau proses produk halal di perusahaan tersebut. Tugas Utama Penyelia Halal adalah menyusun Manual SJH (Sistem Jaminan Halal) pada perusahaan, pabrik atau UKM tersebut. Penyelia Halal pada sebuah perusahaan harus tersertifikasi, minimal satu orang. Anggota dari Penyelia Halal dapat dilatih internal oleh Penyelia yang telah tersertifikasi.

Mengapa SJH Penting?

Panduan Umum SJH LPPOM-MUI

Contoh Manual Isian SJH

SJH (Sistem Jaminan Halal) adalah suatu sistem manajemen yang disusun, diterapkan dan dipelihara oleh perusahaan pemegang sertifikat halal untuk menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan ketentuan LPPOM MUI. Ada 11 kriteria SJH:

  1. Kebijakan Halal
  2. Tim Manajemen Halal
  3. Pelatihan dan Edukasi
  4. Bahan
  5. Produk
  6. Fasilitas Produksi
  7. Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis
  8. Kemampuan Telusur
  9. Penanganan Produk yang tidak memenuhi syarat
  10. Audit Internal
  11. Kaji Ulang Manajemen

Daftar Bahan Halal telah dikeluarkan oleh LPPOM MUI: Berikut DAFTAR BAHAN TIDAK KRITIS {Halal Positive List of Materials}